Senin, 05 November 2007

Angka - Number - Numero (Part 2)

Simple Error Analysis

Dalam dunia engineering, perhitungan dibagi menjadi dua, yaitu perhitungan Integer dan Real Number.

Perhitungan integer adalah perhitungan dimana angka yang dihasilkan sudah pasti dan tidak ada kesalahan. Sebagai contoh yaitu dalam menghitung jumlah orang dalam sebuah mobil, hasilnya dipastikan bilangan bulat utuh, misal tujuh atau empat dsb. Tidak mungkin hasilnya berupa pecahan, karena tentu saja tidak ada manusia berjumlah pecahan. Perhitungan secara integer digunakan dalam komputer. Komputer dapat menggunakan angka integer dengan mudah, selama angka tersebut masih dalam jangkauan batas angka komputer yang digunakan.
Sedangkan perhitungan real number, atau ‘angka real’, merupakan angka dengan desimal yang banyak sekali jumlahnya, sering kali dianggap memiliki angka yang tidak terbatas. Maka dalam perhitungan di komputer angka real ini tidak dapat digunakan.

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penggunaan integer dan angka real ini, dan perbedaan ini jika tidak dipahami dengan baik akan menimbulkan kesalahan. Maka dari itu perlu dipahami berberapa perbedaan lain yang dapat menimbulkan kesalahan.

Accuracy dan Precision
Perbedaan antara keduanya cukup signifikan. Dari yang saya pahami, accuracy adalah keadaan harga yang dihasilkan mendekati harga sebenarnya, sebagai contoh dari berberapa percobaan, ada satu atau lebih yang mengenai target. Sedangkan presisi yaitu keadaan dimana hasil yang dilaporkan selalu sama.

Random Errors dan Systematic Errors
Random errors adalah keadaan dimana kesalahan yang terjadi tidak diketahui asal mulanya. Sedangkan pada systematic errors kesalahan jelas dapat dilihat dan diketahui, umumnya kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan teknis, baik dari manusianya atau instrumen yang digunakan.

Uncertainity dan Error
Uncertainity yang artinya ketidak yakinan, merupakan hasil dari kesalahan yang tidak dapat diperkirakan. Sedangkan pada error, terdapat perbedaan jelas antara hasil sebenarnya dan hasil yang dilaporkan.

Angka - Number - Numero (part 1)

Sebagai engineer (calon engineer sih..), kita tidak dapat menyanggah bahwa banyak sekali hal yang kita lakukan berhubungan dengan angka, sehingga hal mengenai angka ini menjadi penting sekali. Tapi tidak disadari bahwa kita sering salah dalam memakai angka dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pada bab 6 buku concepts in engineering telah dibahas sedikit tentang tata-cara penggunaan angka yang benar, dan saya akan menguraikan sedikit yang telah saya baca.

Penulisan Angka

Penulisan angka berbeda pada setiap keadaan, yang umum dipakai yaitu penulisan standar United States of America(amerika serikat) dan eropa.
Sebagai contoh, akan diuraikan perbedaan penulisan angka “dua ribu lima ratus enam puluh lima koma tiga”:

US :
2,565.3

Eropa :
2.565,3

Seperti yang telah diuraikan terdapat perbedaan dalam penggunaan tanda pemisah, yaitu titik dan koma. Sekilas saya lebih ‘akrab’ dengan penulisan gaya eropa, tapi tetap saja tidak bisa dikatakan mana yang salah dan mana yang benar, hanya masalah perbedaan kebiasaan penggunaan saja. Untuk menghindari kesalahan pembacaan, pada tingkat internasional telah dibuat tetapan sebagai berikut.

Perjanjian yang ditetapkan (Internasional), contoh masih dengan angka yang sama dengan diatas :
2 565.3

Gaya penulisan diatas bisa digunakan pada hampir semua perhitungan saat ini, namun ada juga notasi yang menyertakan sangat banyak angka, sebagai contoh di buku concepts in engineering, penulisan angka pada tetapan avogadro

602 213 670 000 000 000 000 000

Nah, untuk menggantikan penulisan yang bertele-tele ini, pada penulisan notasi scientific, maka ditulis sebagai berikut:

6.0221367 x 1023

Pada penulisan pers, banyak ditemui penulisan angka yang lebih kecil daripada satu dengan tanpa angka ‘nol’ di depannya, dan ini sama sekali dilarang di dunia engineering karena dapat mengakibatkan kesalahan dalam pembacaan.

Contoh:
.899

Yang seharusnya:
0.899

sekian dulu bagian pertama.. (cape euy)

diameter bulan

Tugas kontek dari pak budi kali ini, yaitu disuruh menghitung diameter bulan tanpa menggunakan teknologi yang sudah ada. Seperti tugas sebelum ini, walaupun agak aneh tetapi selalu menantang. Cukup bingung juga buat nyari diameter bulan tanpa teknologi apapun, tapi ini sedikit menyadarkan saya bahwa terkadang anak muda sekarang mungkin agak “teknologi oriented”, seakan segala masalah dapat dipecahkan dengan teknologi. Memang benar bahwa banyak banget masalah yang bisa dipecahin dengan teknologi, misal untuk mencari foto dari organisme tertentu kita tidak harus cape-cape turun langsung ke lapangan, tapi bisa aja tinggal pergi ke warnet terus nyari di internet. Tapi bayangin aja kalo teknologi-teknologi tersebut tiba-tiba hilang, misalkan aja ada mati lampu massal diseluruh indonesia, dan kita mendapat tugas penting dari kantor yang sudah harus selesai besok, dan gak bisa dicari lewat internet. Kalau kita masih seperti teknologi oriented tadi, tamatlah karier kita. Maka menurut saya cukup penting untuk mendapat tugas seperti ini, dapat mengajak mahasiswa untuk dapat berpikir lebih kreatif.

Kok jadi ngelantur ya? Anggap aja kata pengantar deh, sekarang kembali ke topik utama, gimana cara ngukur diameter bulan. Emang gak gampang buat ngukur diameter bulan, butuh dua kali pertemuan dengan kelompok untuk mendapatkan penyelesaiannya. Kelompok saya memutuskan untuk menggunakan teorema phytagoras. Dianggap bahwa kita telah mengetahui jarak bulan-bumi, maka cara mengukurnya adalah sebagai berikut:










θ = 0.25⁰
tan θ = tan 0.25⁰ = 4.36335082 x 10⁻³
S (jarak bumi-bulan) = 384.403 km
D (diameter) = ?
½ d = tan θ x S = 4.36335082 x 10⁻³ x 384.403 km = 1677.285146 km
D = 1677.285146 km x 2 = 3354.570291 km

Ya jadi bisa disimpulin, berdasarkan perhitungan, diameter bulan adalah sekitar 3354 km. Sedangkan jarak yang sebenarnya adalah sekitar 3480 km (menurut Microsoft Encarta 2005), yah gak jauh2 amat lah, hehee lumayan juga kan buat engineer muda.. xD

Senin, 24 September 2007

Polisi Tidur..

Ethical Egoism


Apabila menurut teori ethical egoism, yang berarti memutuskan berdasarkan pendapat diri sendiri, saya akan memilih untuk membangun polisi tidur tersebut. Kenapa? Karena menurut saya, walaupun pembangunan polisi tidur tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah lain, seperti kemacetan, pengotoran jalan, dan masih banyak lagi, tetapi menurut saya semua masalah itu itu belum sebanding dengan kematian seseorang. Kematian seseorang, menurut saya, adalah suatu masalah yang tidak dapat dibanding-bandingkan dengan masalah umum lainnya. Masalah-masalah seperti kemacetan, pengotoran, dan lain-lain, memang tidak dapat dirasakan sepele, tetapi tetap tidak sebanding dengan kasus kematian. Sehingga menurut saya, pembangunan polisi tidur, yang bertujuan menghindari masalah kecelakaan tersebut, harus dilaksanakan.

Utilitarianisme


Sekarang bagaimana menentukan pemecahan masalah berdasarkan teori Utilitarianisme, yaitu teori yang mendasarkan pemecahan masalah berdasarkan fungsi kebahagiaan, atau secara umum lebih mengacu pada hal yang membawa keuntungan kepada lebih banyak orang. Dengan cara Utilitarianisme, kita harus menetukan nilai dari setiap akibat kepada setiap golongan.
Subjek yang termasuk:
· Pengendara
· Pejalan kaki
· Angkutan umum
· Pengguna angkutan umum
· Warga sekitar
· Warga yang memarkikan mobil di pinggir jalan


*benefit: 0 – 100 *importance: 0 – 10

Benefit

  • Mengurangi Noise: 25.2
  • Mengurangi kecelakaan berat: 90.8

∑ nilai: 770

Harm

  • kebisingan: 50.2
  • macet: 40.7
  • kecelakaan ringan: 60.5
  • polusi: 75.5

∑ nilai: 1055



Bedasarkan Utilitarianisme, maka polisi tidur tersebut tidak jadi dibuat.



Right Analisis


Yang terakhir adalah penentuan berdasarkan right analisis, yaitu berdasarkan analisis hak setiap subjek yang dilanggar. Menurut buku Concepts in Engineering, ada berberapa tingkatan dalam setiap pelanggaran hak karena tidak setiap hak adalah seimbang, salah satu contoh, hak seorang pencuri untuk mendapatkan kejujuran dapat dilanggar, karena apabila kita memberi tahu hal yang sebenarnya, bisa-bisa nyawa seorang warga tidak bersalah menjadi terancam. Tingkatannya menurut buku Concepts in Engineering adalah:
· Hak untuk hidup
· Hak untuk mempertahankan menjaga kepenuhan hidup
· Hak untuk menigkatkan kepenuhan hidup


Lalu kita kembali ke masalah yang dibahas, untuk itu saya akan menjabarkan sebagai berikut:


Jika dibangun, maka hak yang dilanggar adalah:
· Pengguna jalan : hak pemenuhan waktu (terkena macet)
· Warga : udara bersih


Jika tidak dibangun, maka hak yang dilanggar adalah:
· Pengguna jalan : (tidak ada)
· Warga : hak untuk hidup


Maka, saya memberi kesimpulan menurut teori Right Analisis polisi tidur tersebut harus dibangun.

Kesimpulan


Kesimpulan dari masalah ini, bahwa dilihat dari berbagai aspek, subjek, dan teori penentuan keputusan, saya menyimpulkan bahwa polisi tidur ini harus dibangun, karena apabila tidak, akan mengancam kelangsungan hidup banyak orang, sedangkan hak yang dilanggar apabila polisi tidur ini tidak dibangun menurut saya tidak setara dengan kematian seseorang.

Senin, 03 September 2007

teknologi sehari-hari

mungkin salah satu teknologi yang digunakan sehari-hari yaitu tempat penyimpanan digital portable (cth: flashdisk, disket, dll)

dahulu, kita kenal sebuah alat penyimpanan bernama floopy disk atau disket. Saat pertama kali dibuat, ukuran disket masih terlalu besar untuk dibawa kemana-mana, sehingga kurang fleksibel. Lalu diciptakan disket dengan ukuran yang lebih kecil. Disket ini lalu menjadi sangat populer di kalangan pengguna komputer, karena ukuran yang kecil dan memiliki tebal yang tipis, sehingga fleksibel dibawa kemana-mana.

Tetapi seiring kemajuan zaman, kebutuhan akan jumlah memori yang lebih besar mendorong diciptakannya alat baru. Lalu ditemukanlah flashdisk dan memori card. Memori card (MMC) memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan flashdisk, dan memiliki ukuran dan jenis yang beragam. Untuk menggunakannya, dibutuhkan sebuah memori card reader. MMC kebanyakan digunakan untuk memori eksternal suatu alat elektronik (cth:handphone, PDA, dll)
Untuk flashdisk, alat yang satu ini lebih populer ketimbang MMC untuk dibgawa-bawa. Flashdisk hanya membutuhkan port USB untuk menggunakannya, dan sepertinya hampir semua komputer punya port USB sekarang ini, bahkan lebih dari satu port.
Flashdisk dan MMC memiliki berbagai macam ukuran memori dan fungsi tambahan, berberapa Flashdisk memliki fungsi tambahan seperti partisi, password, dll. Ukuran kapasitas MMC dan Flashdisk bermacam-macam, dari 16MB, sampai kapasitas 8GB. Pemilihan ukuran kapasitas dan fungsi tambahan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan si pengguna.

film

mm, mgkn saya gk tau banyak soal film, tapi ada berberapa film yang pernah saya tonton dan memiliki unsur teknologi, yaitu:

1. matrix trilogy
film yang terrbagi menjadi 3 seri ini menceritakan tentang dunia masa depan, dimana mesin dan komputer sudah menjadi salah satu kekuatan yang kuat dan mampu menyaingi manusia. Di film ini diceritakan bagaimana di masa depan, ketergantungan manusia pada teknologi seakan sudah menjadi kebutuhan pokok yang tak terpisahkan.

2. ocean 13
ocean 13 merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya, yaitu ocean 11 dan ocean 12. film ini menceritakan mengenai sejumlah pencuri yang sangat professional. Setiap anggota tim memiliki keahlian khusus di bidang masing-masing. Film yang ke-3 ini menceritakan mengenai usaha menjatuhkan pamor sebuah hotel berbintang dengan berbagai cara, baik menganggu rancangan arsitektur gedung tersebut, mematikan aliran listrik, memecahkan kode permainan gamble (mesin judi), sampai mematikan sistem komputer pusat pengatur hotel.

3. die hard 4
untuk die hard, saya hanya menonton seri yang ini saja, tapi menurut namanya, dapat disimpulkan bahwa film ini merupakan film ke 4 dari seri film die hard. Pada film kali ini, diceritakan bahwa amerika lumpuh karena serangan sekelompok hacker yang berusaha menghancurkan sistem yang sudah berjalan di amerika serikat.

yah sekian resume mengenai berberapa film yang ada unsur teknologinya, maaf pak kalau terlalu sedikit, berhubung sudah malam dan saya agak ngantuk, hehe

teknologi dan teknik

wah, pertama kali nih nulis blog bgini, jd maaf ya pak kalau-kalau ada yang aneh atau gak jelas,,

pertama-tama disuru ngejelasin apa itu teknologi dan teknik..

Teknologi menurut saya adalah buah hasil atau penemuan dari gabungan satu atau lebih aspek ilmu pengetahuan yang dapat berupa suatu alat atau proses. Teknologi ditemukan karena suatu tujuan tertentu, baik kemudahan dalam kegiatan manusia, keinginan untuk lebih maju dari yang lain, maupun untuk tujuan lain seperti perang, kesehatan, dll.

Teknik mnurut pendapat saya berarti tata-cara atau petunjuk dalam melakukan suatu hal yang spesifik (contoh teknik informatika, teknik industri, dll). Masih menurut saya, teknik digunakan agar supaya si pengguna dapat mendapatkan apa yang diinginkan dengan hasil terbaik.