skip to main |
skip to sidebar
diameter bulan
Tugas kontek dari pak budi kali ini, yaitu disuruh menghitung diameter bulan tanpa menggunakan teknologi yang sudah ada. Seperti tugas sebelum ini, walaupun agak aneh tetapi selalu menantang. Cukup bingung juga buat nyari diameter bulan tanpa teknologi apapun, tapi ini sedikit menyadarkan saya bahwa terkadang anak muda sekarang mungkin agak “teknologi oriented”, seakan segala masalah dapat dipecahkan dengan teknologi. Memang benar bahwa banyak banget masalah yang bisa dipecahin dengan teknologi, misal untuk mencari foto dari organisme tertentu kita tidak harus cape-cape turun langsung ke lapangan, tapi bisa aja tinggal pergi ke warnet terus nyari di internet. Tapi bayangin aja kalo teknologi-teknologi tersebut tiba-tiba hilang, misalkan aja ada mati lampu massal diseluruh indonesia, dan kita mendapat tugas penting dari kantor yang sudah harus selesai besok, dan gak bisa dicari lewat internet. Kalau kita masih seperti teknologi oriented tadi, tamatlah karier kita. Maka menurut saya cukup penting untuk mendapat tugas seperti ini, dapat mengajak mahasiswa untuk dapat berpikir lebih kreatif.Kok jadi ngelantur ya? Anggap aja kata pengantar deh, sekarang kembali ke topik utama, gimana cara ngukur diameter bulan. Emang gak gampang buat ngukur diameter bulan, butuh dua kali pertemuan dengan kelompok untuk mendapatkan penyelesaiannya. Kelompok saya memutuskan untuk menggunakan teorema phytagoras. Dianggap bahwa kita telah mengetahui jarak bulan-bumi, maka cara mengukurnya adalah sebagai berikut:
θ = 0.25⁰
tan θ = tan 0.25⁰ = 4.36335082 x 10⁻³
S (jarak bumi-bulan) = 384.403 km
D (diameter) = ?
½ d = tan θ x S = 4.36335082 x 10⁻³ x 384.403 km = 1677.285146 km
D = 1677.285146 km x 2 = 3354.570291 km
Ya jadi bisa disimpulin, berdasarkan perhitungan, diameter bulan adalah sekitar 3354 km. Sedangkan jarak yang sebenarnya adalah sekitar 3480 km (menurut Microsoft Encarta 2005), yah gak jauh2 amat lah, hehee lumayan juga kan buat engineer muda.. xD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar